Eksekusi mati

😱😱😱, apa yang kita fikirkan kalau mendengar kata eksekusi mati? Kejam? Tidak manusiawi? Tidak adil?… Selalu ada pro dan kontra tentunya dengan hukuman yang satu ini.
Kini hukuman mati sedang menjadi topik hangat yang diperbincangkan.

Pasalnya, tgl 18 kemarin ada 6 terpidana narkoba yang ditolak grasi nya oleh Presiden, sehingga hukuman mati menjadi tak terelakkan di hari itu.
Tak tanggung-tanggung, keputusan itu menuai kontroversi tersendiri baik di dalam negeri maupun internasional.
Belanda dan Brazil pun langsung menarik dua duta besarnya dari Indonesia. Bahkan banyak pimpinan negara mulai me lobby agar Indonesia mempertimbangkan hukuman itu.
HAM katanya. Namun bagaimana kalau sebaliknya, Belanda atau negara-negara lain yang menerapkan hukuman mati? Apakah suara Indonesia didengar? Apakah pendapat Indonesia dipertimbangkan? Menurut data, masih ada kurang lebih 53 negara yang masih memberlakukan hukuman mati, di antaranya Amerika dan Saudi arabia. Nah apakah sama, Belanda, Brazil, Australia, mengecam negara-negara tersebut?
Kalau saya justru sangat mendukung keputusan tersebut, sudah sepatutnya kita “ditakuti dan dihormati” oleh negara asing, 👏👏👏
jangan mau terus terusan dijadikan “kacung”.
Reaksi mereka sebenarnya indikasi bahwa mereka takut kalau Indonesia kini telah menunjukkan kedaulatannya.

Btw, kenapa narkoba dianggap berbahaya? Pastinya sih kalian semua sudah top markotop lah tentang dampak narkoba. Just reminder aja, kalau kita membunuh, maka urusan perkara selesai, ada korban terbunuh, ada penjahat, jika tertangkap, penjahat menjalankan hukuman. Nah, kalau narkoba? Sekali satu orang mencoba, maka terciptalah mata rantai peredaran narkoba. Dari pemakai cenderung menjadi pengedar. Narkoba merusak sistem syaraf pemakai, ada zat-zat adiktif yang membuat pemakai berlaku tidak normal alias tidak sadarkan diri (istilahnya lagi “fly”). Dalam kondisi “fly” tersebut pelaku bisa saja melakukan hubungan badan secara bebas, bisa mabuk, bisa diam,bisa nglantur, bisa kehilangan konsentrasi sehingga menyebabkan kecelakaan saat menyetir, dll. Namanya juga wong lagi gak sadar… Hehehe
Nah, karena kecanduan tadi, maka pelaku akan berbuat apa saja untuk mendapat barang haram tersebut, bisa jual ini itu, bahkan jual diri 😱.
Belum kalau pelaku sudah overdosis maka bakal Innalillahi.
Ketika pelaku ini tertangkap polisi, kejahatan narkoba tidak lantas berhenti, karena bandar dan penjual akan terus mencari mangsa. Belum ketika pelaku memakai, kecenderungannya akan mengajak pemain lain untuk menikmati narkoba. Sehingga kejahatan itu akan terus bertumbuh.
Yah, narkoba bukan sekedar “kejahatan”, narkoba adalah “alat perusak generasi” karena dari narkoba akan muncul tindakan amoral lain yang mengiringi, pembunuhan, pencurian, perzinahan, prostitusi, penipuan, mafia, dll. Sereeeem kan😱😱😱😱.

2015/01/img_2364.jpg
(Gambar diambil dari http://www.rmol.com)

So what do you think? Setuju gak dengan hukuman mati?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s