Asiknya jalan-jalan gratis ala pramugari (Istanbul-Turki) 

Eurosia (Eropa Asia) adalah tepat di Sematkan bagi negara Turki, wilayahnya yang sebagian berada di Eropa dan sebagian lagi berada di Asia membuat negara ini sangatlah unik. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, dan suka melihat tanyangan film dari negara ini, pasti udah mulai memfantasikan bagaimana indahnya kebudayaan Turki. Saya pun mulai tertarik dan ingin ke Turki setelah liat tanyangan di TV nasional Indonesia.
Bergabung di maskapai International sebagai pramugari, akhirnya membawa saya menapakkan kaki ke TURKIYE (nama Turki dalam bahasa Turki). Istanbul adalah kota yang saya singgahi, karena memang tujuan dari maskapai kami hanya di kota tersebut (hssst, tapi tahun depan insyaallah perusahaan kami akan membuka rute ke kota Ankara Turki, can’t wait ). So saya hanya akan menceritakan kota Istanbul aja ya sekarang. 
Objek wisata di kota ini banyak banget, tapi mengingat waktu layover yang terbatas, saya hanya sempat mampir ke beberapa tujuan wisata sejarah, diantaranya : 
1. Blue Mosque (masjid biru) 

    (Area dalam masjid biru)   

  
(Area depan masjid biru)

Masjid Sultan Ahmed (bahasa Turki: Sultanahmet Camii) adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah ( dari 1453 sampai 1923). 
Masjid ini dikenal dengan juga dengan nama Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya berwarna biru. 

Nah, ketika berkunjung sempatkan masuk ke dalam masjidnya, bagi kaum laki-laki kalian bisa shalat di dalam masjid dengan view yang sempurna nan indah. Kalau bagi wanita hanya bisa shalat di ruang khusu wanita yang tertutup. Tapi gak apa-apa yang penting ibadah atau berdoa, jadi gak cuma foto foto aja di dalam masjid. 

   (Sempatkan berdoa di dalam masjid)   

 (Suasana di dalam masjid)

2. Hagia Sophia 

Saat Konstantinopel ditaklukkan Sultan Mehmed II pada hari Selasa 27 Mei 1453 dan memasuki kota itu, Mehmed II turun dari kudanya dan bersujud syukur kepada Allah, lalu pergi ke Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan mengubahnya menjadi masjid yang dikenal dengan Aya Sofia. Jumatnya langsung diubah menjadi masjid untuk salat Jumat.Hagia Sophia, berarti “Kebijaksanaan Suci” adalah sebuah bangunan bekas basilika, masjid, dan sekarang museum, di Istanbul.

    (Hagia Sophia di siang hari) 

   (Hagia Sophia di malam hari)
3. Basilica Citern

  (Suasananya sereeemm)

tangki bawah tanah Basilika adalah yang terbesar dari jaringan ratusan sumur kuno yang menakutkan berbaring di bawah kota Istanbul. Dibangun pada abad keenam masa pemerintahan Kaisar Justinian Bizantium, Cistern Basilica di Istanbul terletak 150 meter ke barat daya dari Hagia Sophia. 

Basilica Citern adalah ruang bawah tanah besar yang mampu menahan sekitar 80.000 meter kubik air. Di sisi jauh dari sumur bawah tanah menawan adalah kepala terbalik dari Medusa yang mendukung salah satu kolom. Alasan mengapa kepala Medusa besar adalah terbalik pada Cistern Basilica telah menjadi subyek perdebatan selama berabad-abad. Salah satu tesis populer adalah bahwa itu ditempatkan terbalik dalam rangka untuk menangkal kejahatan dan menjaga kota Istanbul dilindungi dari roh-roh.
4. Tradisional bazar 

  
Di kota ini Anda akan banyak menemui toko-toko yang menjual pernak-pernik indah khas budaya Turki. Kalau mau lengkap bisa langsung ke grand bazar (salah satu pasar terbesar di Turki) lokasinya tidak jauh dari hagia Sophia. Namun saat itu, saya memilih berjalan-jalan ke bazar yang lebih kecil, tepatnya disisi belakang masjid biru, ada lorong kecil yang akan menghubungkan masjid biru dengan bazar ini. Menurut saya unik, suasananya lebih sepi dan lebih hangat. 

   (Berbelanja keramik khas Turki ) 
5. Wisata Kuliner 

Gak lengkap kalau belum wisata Kuliner ketika kita traveling. Yup, saya memilih restoran tradisional di dalam bazar dekat masjid biru. Suasananya yang tradisional banget justru bikin menarik.    

 (Restaurannya penuh dengan turis nih😅😅)

   

  (Wajib dan kudu cobain ya yang namanya teh Turki. Enakkkkkkk banget😋😋😋😋)
6. Tarian sufi  

  
 Sufi berputar adalah bentuk dari Sama atau meditasi aktif secara fisik atau sebuah tarekat sufi di Konya (sekarang bernama Turki) yang dilakukan oleh pengikut Jalaluddin Muhammad Balkhi-Rumi, (abad ke-13, Persia) seorang penyair, ahli hukum Islam, dan teolog. Mereka juga dikenal sebagai Para Darwis Berputar karena terkenal diwaktu melakukan tarian mereka berputar dan hal tersebut sebagai bentuk zikir (mengingat Allah). Darwis adalah istilah umum untuk seorang inisiat dari jalan sufi, menari berputar-putar merupakan bagian dari upacara Sama. Pada tahun 2005, UNESCO mempatenkan “Upacara Mevlevi Sema” dari Turki sebagai Karya Agung Warisan Lisan dan Takbenda Kemanusiaan.

Nah kalian bisa melihat pertunjukan ini di berbagai tempat di Turki. 

So, keren banget kan Turki. Kita lanjut next Flight ya tempat-tempat lainnya, insyaallah kalau dapat rute Turki lagi, kita akan menjelajah wisata yang lainnya. 
Masukkan Turki ke dalam destinasi impian kamu ya guys… Cu😘😘😘😘

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s