Rahasia menulis produktif


Menjadi seorang yang masih aktif sebagai pramugari dan menelurkan karya tulisan sebuah buku berjudul cabin notes. Adalah hal yang saya sangat syukuri. Setidaknya saya senang karena bisa berbagi inspirasi lewat sebuah tulisan. 

Banyak yang bertanya, bagaimana saya bisa meluangkan waktu untuk bisa menulis di tengah padatnya jadwal terbang. Untuk itu saya akan membagi tips-tips bagaimana kita bisa menulis produktif. 

Menulis Produktif. 

Apa sih produktif? Yaitu menghasilkan sesuatu (secara terus menerus). 

Kalau cuma sekali gimana? Mungkin lebih tepatnya namanya produksi😂. 

Mudah jadi produktif? Tidak.

Karena banyak hal yang harus kita biasakan dan korbankan. 

Saya adalah seorang penulis 2 buku, 

Buku pertama berjudul *Cabin Notes* diterbitkan Gramedia pustaka utama, buku ke dua berjudul *Fast* akan diterbitakan Elex media. 

But, i am still active as an employee, alias pekerja di sebuah maskapai international sebagai seorang pramugari. Selain itu sudah 7 tahun ini saya juga seorang wirausahawan, dan juga ibu dari 2 orang anak. 
Lalu, kok bisa saya masih punya waktu menulis?
Karena saya produktif. 😊 as i said, itu tidak mudah ada hal yang harus kita biasakan agar kita produktif kan. 

Yuk kita pelajari dan bersama-sama jadi insan yang produktif. 
*PRODUKTIF*
*P = passion* 

Untuk menjadi orang hebat anda tidak perlu berbakat. Cukup punya passion. 

“I have no special talent, i am only passionately curious” – Albert Einstein

So, never say you are not born as a writter ya, or gak punya bakat nulis. We can. Asal
Kita punya rasa penasaran tinggi untuk terus mengasah kemampuan dan memiliki passion di bidang ini. 

Pernah baca buku Ika Natassa? Critical eleven, antologi rasa, dll? Cerita memang tentang banyak hal, tapi coba perhatikan, mostly ada sentuhan “perbankan” dalam setiap bukunya. Why? Karena Ika Natassa adalah banker handal.  

Saat awal menulis saya juga bingung, “mau nulis tentang apa”. Saya coba tulis tentang bidang A,B,C dan semua berantakan. Why? karena saya tidak passion di bidang lain

Itu yang saya selami saat ini. 
Saya menulis buku yang ada benang merah dunia penerbangan. Karena I have feeling on it, ketika menulis apapun yang ada garis merahnya dengan pesawat, semua serasa mengalir dengan mudah. 

Jadi apa passion mu? Bisa kalian jadikan “otak” dalam pengembangan ide-ide menulis kalian. Dari passion kalian, kalian bisa tulis Novel, dengan tokoh yg bekerja dibidang kalian, atau cerita apapun yang ada aroma2 bidang yg kalian geluti. Bisa jadiin Non fiksi. Masih kuliah? Bisa tulis romance, atau kehidupan seru anak kuliahan. Banyak.. 😊 
*R = Rules* 

“Aku gak tau cara nulis yang benar, aturan menulis, merangkai kalimat, dll”

One word dari saya. “Bullshit” (karena saya juga gak tau, saya menulis, dikritik, diarahkan, baru tau gimana yg benar😂). 

Just write, karena kita human being, we learn from mistake. Not born perfectly. 

Bayi belajar berjalan dari merangkak dan terjatuh. So we are.. 

Lupakan aturan (rules). tulis apapun yang kalian suka. Nah, setelah kalian ada bahan, cari partner atau mentor seperti klub menulis Inspirator Academy ini. Kalian akan mendapat teori “how to write” yang benar. Kalian akan belajar, akan tau oh, saya ada kesalah ini itu, atau biarkan mentor atau patner membaca tulisanmu, dan welcome to kritik saran yang akan kita terima. Tapi yakinlah, apa yang mereka beri itu membangun, dan dari kesalahan itu kita belajar. 
Jangan biarkan ketidaktauan kita tentang rules menulis membuat kita takut menulis. 

Write, write, write… 😊
*O = On the spot*

Siapa yang di tasnya gak ada pulpen dan buku notes kecil? Kalau gak ada, hadueeeh, atleast pulpen lah, kertas bisa minta org 😅, yaudh HP deh. Why? Karena ide itu bisa datang kapan aja, saat kita bicara, mengamati orang, melihat keindahan/penderitaan, momen tertentu, semua bisa membangkitkan ide. On the spot kita harus catat ide itu. Jangan ditunda-tunda. Misal walau cuma terbersit nama judul buku kita kelak, atau nama tokoh dalam novel kita kelak, atau tempat cerita, dll. Tulis alias catat. Klo gak bakal nguap doang tuh ide ilang entah kemana. 

Karena tidak ada timing tepat untuk menulis. Kalau Anda butuh timing. Kalian bukan penulis, kalian cuma waiting. 

Menulis bisa dimana aja, di bus, di kereta, berdiri, duduk, ngopi bahkan pas lagi di kamar mandi 😂. 

Ernest Hemingway penulis dan jurnalis ternama terbiasa menulis sambil berdiri. 

Thomas Wolfie penulis novel terbiasa menulis di atas lemari es. 

Saya? I like to write while on oboard. Kalau lagi terbang di atas 8 jam, saya suka duduk di kursi pramugari dan menulis ide/puisi/dll di secarcik kertas. 
*D = Dedication*

You reap what you work on
Tidak ada usaha yang sia-sia, ketika kita ingin nama kita tercetak di cover buku dan terpampang di rak buku toko buku ternama, langkah pertama apa ya harus diambil? Yaitu mulailah menulis. 

Berdedikasi pada diri sendiri untuk mau dan meluangkan waktu menulis. Tak harus berjam-jam, semenit dua menit, Terus menerus, sedikit demi sedikit, rutin, in the end, you’ll realize how amazing you are, can make a lot of words. 
*U = use media social*

One klik, you can see whole world. 
Internet adalah hal yang membuat kita menjelajah dunia. Berapa banyak orang terkenal yang diawali dari internet. 

Justin Bieber, Mark Zuckerberg, Polisi Ganteng, lagu Pen and Apple, Ajudan Pribadi (di IG) dll. 

Buat akun sosial media, dan menulislah. 

Penulis Notes from Qatar, Muhammad Assad membukukan 7 buku national best seller karena awalnya menulis via blog pribadinya saat ia masih di Qatar. Tulisan di bukunya diambil dari tulisa blog pribadinya. 

Penulis buku Sit Up Comedy Pilot F6 , Capt Ananta. Diterbitkan penerbit ternama karena banyaknya like orang tentang kicauan komedi Capt Ananta di facebook. 

Kalian? Bisa build your social profile di IG, FB, Vlog, youtube, Blog, path, dll. 
Untuk bisa terkenal, be different. Jangan memposting terlalu sering. Tulis hal-hal yang menarik, bisa tentang apa saja. 

Gunakan foto yang menarik, bukan foto selfie mulu 😂. sehari satu foto aja max 3 foto kalau di IG/path. Biar orang gak enek sama sosmed kita. Bisa kita upload foto misal gambar air dalam gelas yang setengah penuh, trus kita tulis penjelasan ttng gambaran orang sukses dalam melihat air di sebuah gelas dll. Foto kalian saat ke kota mana, kalian bisa tulis tentang sejarah kota itu, atau hal menarik dll. Please jangan kayak anak alay, ada apapun di forward, di share, sakit ati, putus cinta don’t share at sosial media. Harus banget dunia tau kamu patah hati? 😂😂😂

Kenapa harus building ketenaran? Karena itu akan membantu kita untuk bisa memasarkan buku, membantu penjualan buku kita, untuk bisa diterima dipenerbit dll. 
*K = Keep spirit*

Pray and believe. Gak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan sudah mengijinkan. 

Jadi Doa dan percaya kalau Tuhan itu baik, Ia akan memberi apapun yang terbaik, disaat yang tepat. 

Kalau naskah pertama kita dikritik dan dibilang jelek, don’t give up, tulis lagi yang lain. Atau perbaiki supaya menarik. Intinya never loose enthusiasm untuk berkarya
*T = Telling story* 

Menulislah seperti kita sedang berbicara dengan pembaca, bawa mereka ke alam cerita kita, bawa mereka merasakan sakitnya jatuh, bawa mereka tersentuh dalam keromantisan, bawa mereka menangis saat kepedihan datang, bawa mereka memasuki pikiran kita, imajinasi kita, bawa mereka merasakan apa yang kita rasa. 

Telling story, liat bagaimana para pembaca cerita menceritakan sebuah kisah ke anak-anak, mereka totalitas dan membuat anak-anak tertawa, terdiam, teriak, dll. Mereka menirukan suara geram harimau saat menceritakan harimau, berubah jadi suara lembut saat berbicara tentang ibu. Dll. 

Like that, be a story teller. Take them to your greatest story. 😊
*I = initiative*

Ketika naskah kita selesai, bawa ke penerbit. Tawarkan. Don’t be afraid. Ada begitu banyak penerbit, datangi satu persatu. Berikan mereka selembar CV tentang how great you are, selembar alasan kenapa mereka harus menerbitkan naskahmu, dan tentu kemas naskahmu semenarik mungkin, diprint rapi, soft copy dlm cd/flashdisk/kirim ke email mereka (pdf). 
Kalau kita penulis aja gak PD sama naskah, gimana penerbit PD dengan naskah kita.  

Ditolak satu penerbit, bawa ke penerbit yang lainnya. 

Notes : ketika kita datang ke kantor penerbit, please well dress guys, berpakaian yang rapi, profesional, sopan, menarik, wajah yang ceria, hati yang riang. Kadang ada penerbit yang kita cm bisa ketemu reseption aja, who cares, tetap, dress up for your success. Ok. You’ll never know siapa yang akan kita temui di lobby, di parkiran, di lift, dimana aja. 😊
*F = Future and Fabulous*

We create our future. Sukses itu HAK semua orang. Tinggal mau atau tidak kita bersusah payah dan berjuang meraihnya. 
Lulusan universitas ternama bukan jaminan, 

Cantik atau tampan bukan Jaminan,

Orang tua kaya bukan jaminan, 

Karena jaminan masa depan kita hanya kemampuan kita memantaskan diri menjadi orang sukses. menggali potensi kita, haus akan ilmu apa saja, berteman dengan siapa saja, mau mencoba, mau gagal, mau bangkit, dan mau menerima resiko. 

And all of you are fabulous people. You drawing your amazing life. 
See you on Top. 
Salam 

Pratiwi hidayat

Riyadh 4 november 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s